( Judul Sandiwara Pemenang Trophy “ Rakyatku Menangis “ 2004 )
Pemberantasan Korupsi adalah perbuatan mulia
Tapi sayangnya Yang Mulia itu, adalah Para Penegak Hukum yang tidak Mulia
Tidak ada uang, maka jiwamu melayang
Ada uang, maka jiwamu disayang
Ternyata hasil korupsi harus dibagi-bagi dengan para pendekar pembasmi korupsi
Kolaborasi Korupsi yang sistematis
Maka dibelilah “ Kambing Hitam “, sebagai korban kolaborasi, untuk disembelih dan dipenjarakan.
Aku hanyalah Rakyat, hanya dapat melihat dengan tawa & tangis
Karena “ Kampung Maling “ pun jadi kemarahan
Karena “ Khairansyah “ pun jadi kemarahan
Karena “ Mulyana W. Kusumah “ pun jadi kemarahan
Aku, sebagai penonton sandiwara inipun tertawa,
Padahal lakon sedang menangis,
Aku, sebagai penonton sandiwara inipun menangis,
Padahal lakon sedang tertawa,
Aku semakin hafal, karena sandiwara ini sudah sering dipentaskan
Judulnya “ Kepalsuanku dalam Kebijaksanaanku “,
Yaitu Kebijaksanaan & Kepalsuan Para Penguasa
Yaitu Kebijaksanaan & Kepalsuan Para Penegak Hukum
Yaitu Kebijaksanaan & Kepalsuan Para Koruptor
Yaitu Kebijaksanaan & Kepalsuan Para Politikus
Dimana pada akhir cerita, selalu mereka dengan kemenangannya, & si kambing hitam berakhir hidupnya di penjara atau ditiang gantungan
HA…..HA……HA……HA……… ( ini penutup lakon sandiwara ini, yaitu tertawanya si Penguasa Dunia………. Bersamaan dengan tangisanku, yang berjalan keluar gedung kemanusiaan ini )
Goresan tangan menyaksikan Penegakan hukum yg memprihatinkan " medio April 2005